Sabtu, 01 Maret 2008
Senin, 25 Februari 2008
Pemeriksaan AIDS
Setiap orang yang merasa dirinya memiliki resiko untuk terinfeksi HIV/AIDS, dapat memeriksakan darahnya di laboratorium khusus di Rumah Sakit besar
Sebelum dilakukan pemeriksaan, harus membuat surat persetujuan (informed Consent) dan mendapat pra-tes konseling dan pasca tes konseling yang memadai
Pemeriksaan dilakukan dengan mengambil contoh darah
Hasil pemeriksaan akan selesai dalam waktu kurang lebih satu minggu.
Pemeriksaan Tes HIV
Setiap orang yang merasa dirinya memiliki resiko untuk terinfeksi HIV/AIDS, dapat memeriksakan darahnya di laboratorium khusus di Rumah Sakit besar
Sebelum dilakukan pemeriksaan, harus membuat surat persetujuan (informed Consent) dan mendapat pra-tes konseling dan pasca tes konseling yang memadai
Pemeriksaan dilakukan dengan mengambil contoh darah
Hasil pemeriksaan akan selesai dalam waktu kurang lebih satu minggu.
pengertian AIDS
AIDS apakah itu ?
AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome, yaitu penyakit yang disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus), yang merusak sistem kekebalan tubuh manusia. Akibatnya tubuh menjadi rentan terhadap serangan penyakit.
AIDS bukanlah penyakit turunan, tetapi dapat ditularkan
Mengapa AIDS perlu diwaspadai?
KENALI HIV / AIDS UNTUK DIHINDARI
AIDS apakah itu ?
AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome, yaitu penyakit yang disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus), yang merusak sistem kekebalan tubuh manusia. Akibatnya tubuh menjadi rentan terhadap serangan penyakit.
AIDS bukanlah penyakit turunan, tetapi dapat ditularkan
Mengapa AIDS perlu diwaspadai ?
Bagaimana Kita Tahu Kalau Kita Terinfeksi HIV/AIDS?
Tidak seorangpun dapat mengetahui apakah seseorang sudah terinfeksi HIV atau belum hanya dengan melihat dari penampilannya. Sebab walaupun mereka sudah terinfeksi HIV gejalanya tidak nampak sampai berkembang menjadi AIDS.
Untuk mengetahuinya adalah dengan melakukan tes HIV atau tidak adalah dengan tes darah, yaitu untuk mengetahui apakah didalam tubuh terdapat antibodi terhadap HIV.
Jika hasil tes darah negatif, sebaiknya tes diulang setelah 3-6 bulan, karena sejak pertama kali terinfeksi HIV, tubuh kita membutuhkan waktu 3-6 bulan untuk membentuk antibodi. Jadi kalau kita melakukan tes dalam jangka waktu tersebut, maka hasilnya akan negatif walaupun HIV sudah ada didalam tubuh.
Jika hasil tes darah positif, sebaiknya melakukan tes ulang sebanyak 3 kali dan melakukan tes westen blot untuk meyakinkan.
Pemeriksaan Tes HIV
Setiap orang yang merasa dirinya memiliki resiko untuk terinfeksi HIV/AIDS, dapat memeriksakan darahnya di laboratorium khusus di Rumah Sakit besar
Sebelum dilakukan pemeriksaan, harus membuat surat persetujuan (informed Consent) dan mendapat pra-tes konseling dan pasca tes konseling yang memadai
Pemeriksaan dilakukan dengan mengambil contoh darah
Hasil pemeriksaan akan selesai dalam waktu kurang lebih satu minggu.
Pemeriksaan Tes HIV
Setiap orang yang merasa dirinya memiliki resiko untuk terinfeksi HIV/AIDS, dapat memeriksakan darahnya di laboratorium khusus di Rumah Sakit besar
Sebelum dilakukan pemeriksaan, harus membuat surat persetujuan (informed Consent) dan mendapat pra-tes konseling dan pasca tes konseling yang memadai
Pemeriksaan dilakukan dengan mengambil contoh darah
Hasil pemeriksaan akan selesai dalam waktu kurang lebih satu minggu.
Cara Penularan HIV/ AIDS?
HIV menular terutama melalui perpindahan darah, cairan sperma dan cairan vagina dari seorang pengidap HIV/AIDS kepada orang lain. Jadi penularannya terjadi melalui :
- Hubungan seksual dengan pengidap HIV/AIDS tanpa memakai kondom
- Transfusi darah dengan darah yang sudah terpapar HIV
- Jarum suntik dan benda-benda tajam lainnya bekas dipakai oleh pengidap HIV tanpa disterilisasi dengan benar
- Ibu hamil yang terinfeksi HIV dapat juga menularkan kepada janin di dalam kandungan melalui plasenta atau saat persalinan
HIV menular terutama melalui perpindahan darah, cairan sperma dan cairan vagina dari seorang pengidap HIV/AIDS kepada orang lain. Jadi penularannya terjadi melalui :
- Bersalaman, cium pipi, berpelukan
- Memakai peralatan makan/minum bersama
- Gigitan nyamuk/serangga
- Pemakaian fasilitas umum bersama seperti WC, kolam renang, dll
- Penderita HIV/AIDS bersin/batuk di dekat kita
- Hidup serumah dengan pengidap HIV/AIDS asal tidak melakukan hubungan seksual
Bagaimana AIDS dan Infeksi HIV Dapat Dicegah?
Perilaku Sex
Abtinance / tidak melakukan hubungan seks sebelum/ diluar nikah.
Be faithful /saling setia terhadap pasangannya.
Condom /menggunakan kondom jika pasangan mengidap HIV atau jika kita tidak yakin terhadap pasangan kita
Pengamanan Darah
Jika memerlukan transfusi darah, korban atau keluarga korban minta kepastian terlebih dahulu bahwa darah yang akan dipakai telah melalui proses screening.
Dalam menolong kecelakaan hindari kontak langsung dengan darah, dengan cara menggunakan sarung tangan bila tersedia atau kantong plastik, kain dll sebagai pengganti
Penggunaan Jarum Suntik dan Benda Tajam Lainnya
Gunakan peralatan baru atau yang sudah distrerilisasi dengan benar
aids
Peduli AIDS Yayasan AIDS Indonesia
Yayasan Aids Indonesia (YAI) terus berupaya menyebarluaskan informasi bahaya HIV/AIDS kepada semua pihak. Sasarannya difokuskan pada kelompok usia muda produktif, yaitu berkisar pada usia 15 sampai 29 tahun. Untuk itu, YAI menjalankan salah satu kegiatan yang dinamakan Act Now Be Creative (ANBC).
Pekan lalu, YAI menggelar ANBC sebagai ajang kaum muda dan pelajar mengembangkan ide dan kreativitasnya dalam adu bakat. Pesan yang ingin disampaikan di dalamnya adalah mengenai kepedulian terhadap fenomena HIV/AIDS.
YAI mengajak partisipasi dan kepedulian pelajar dalam penyebarluasan informasi seputar HIV/AIDS.
YAI berharap juga agar terjadi upaya menghilangkan nilai perbedaan melalui kreativitas dan bentuk seni pertunjukkan. Acara hasil ini kerjasama YAI dengan Levi’s, Sony Music, Demaga Food Court Pondok Indah Mal, 94,5 FM, dan Kawanku.
Kegiatan ini diikuti oleh para pelajar SMU-SMK se-Jabotabek. Dalam kegiatan tersebut, terdapat wacana mengenai HIV/AIDS dengan narasumber Dra Mira Fajar Aviatri (koordinator program YAI), Yoga (Pelita Plus), dan Ariyo (penyanyi).
Dilibatkannya para pelajar dan masyarakat umum pada kelompok usia muda produktif itu sangat beralasan sesuai dengan tujuan tersebut. Apalagi, berdasarkan data, kasus HIV/AIDS di Indonesia menunjukkan bahwa sebagian besar kasus terdapat pada kelompok usia muda produktif.
Di bandingkan penyakit lainnya, jumlah kasus HIV/AIDS memang tak begitu banyak, namun mengkhawatirkan. Jumlah kasus yang tercatat belum mencerminkan keadaan yang sebenarnya. Hal inilah yang disebut Fenomena Gunung Es, yaitu kasus yang timbul di permukaan hanya sebagian kecil dari kondisi yang sebenarnya.
Selama beberapa tahun terakhir ini, menurut Mira, terjadi peningkatan kasus HIV/AIDS yang cukup besar di Indonesia. Usia 15 sampai 29 tahun merupakan usia yang berisiko tinggi tertular HIV/AIDS.
Hal ini diperparah dengan perkembangan teknologi yang memudahkan akses kepada informasi tentang seks, pornografi, dan penyalahgunaan narkoba. Ketiga hal itu memicu penularan HIV/AIDS. ’’Jika tak diantisipasi dari sekarang, jumlah penderita dari kelompok usia ini akan terus bertambah,’’ujar Mira. wed
sumber: Reprublika online
